LAMSEL, HR — Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meluncurkan Program Lamsel Betik saat Safari Ramadan Pemkab Lampung Selatan 1447 H/2026 M di Masjid Darul Ulum, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Katibung, Jumat (27/2/2026).
Program Betik merupakan akronim dari Bebas Transaksi Ilegal dan Korupsi. Egi menghadirkan program ini sebagai langkah tegas untuk mencegah praktik pemotongan bantuan sosial (bansos) yang sempat meresahkan masyarakat.
“Terkait bantuan sosial, sekarang lagi banyak informasi bantuan yang dipotong. Untuk itu, bersama inspektorat tahun ini kami punya program Lamsel Betik yang akan segera kami luncurkan. Jika ada yang seharusnya menerima 100 persen tetapi ada potongan, silakan lapor dan akan kami tindaklanjuti. Kami juga bekerja sama dengan kejaksaan,” tegas Egi di hadapan jamaah.
Melalui Lamsel Betik, Pemkab Lampung Selatan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Pemerintah daerah juga membuka kanal pengaduan agar masyarakat dapat melaporkan dugaan pemotongan bansos secara langsung.
Egi mengajak kepala desa, camat, serta masyarakat untuk aktif mengawasi penyaluran bansos agar tepat sasaran dan bebas dari praktik ilegal.
“Saya ingin masyarakat menerima haknya secara penuh. Mari kita jaga bersama, kita layani dengan hati, dan kita monitoring bersama. Camat juga bantu monitoring. Kita bergandengan tangan mewujudkan Lampung Selatan maju,” ujarnya.
Safari Ramadan juga menjadi momentum refleksi satu tahun kepemimpinan Egi bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar. Pada 20 Februari 2026, keduanya genap satu tahun memimpin Kabupaten Lampung Selatan.
Egi menyebut capaian tersebut lahir dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, DPRD, Forkopimda hingga instansi vertikal.
“Selama satu tahun terakhir kami berupaya memenuhi janji kampanye dan aspirasi masyarakat. Hasil kerja ini merupakan hasil kolaborasi bersama,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Egi juga memaparkan realisasi pembangunan di Kecamatan Katibung sepanjang 2025. Pemkab Lampung Selatan mengalokasikan anggaran Rp10,57 miliar untuk penanganan jalan sepanjang 5.824 meter serta perbaikan drainase dan gorong-gorong sepanjang 61 meter.
Ia mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap, baik di sektor infrastruktur maupun dalam memastikan bansos tersalurkan tanpa penyimpangan.
Peluncuran Lamsel Betik di tengah sorotan isu pemotongan bansos menegaskan komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam memperkuat pengawasan, membuka akses pelaporan, dan melindungi hak masyarakat. santi






