LAMSEL HR – Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menghadiri Musyawarah Kabupaten (Muskab) VI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Lampung Selatan 2025 di Padepokan IPSI Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, Minggu (31/8/2025).
Acara ini dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Ketua IPSI Provinsi Lampung M. Faisol Djausal, Ketua IPSI Lampung Selatan Wahrul Fauzi Silalahi, jajaran pengurus IPSI, dan sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Bupati Egi menekankan IPSI tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya, tetapi juga bagian dari pembangunan daerah. Menurutnya, pencak silat berperan penting dalam pendidikan berbasis kebudayaan serta mendukung program prioritas Pemkab Lampung Selatan, yaitu pengembangan agro eduwisata.
“IPSI bukan sekadar menjaga budaya, tetapi juga harus berkontribusi pada pembangunan daerah. Kekuatan budaya yang dilestarikan IPSI menjadi aset penting bagi sektor pariwisata,” ujar Bupati Egi.
Ia berharap musyawarah ini tidak hanya seremoni, melainkan momentum memperkuat semangat IPSI untuk terus melahirkan atlet berprestasi serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Bupati Egi juga menegaskan peran IPSI dalam menjaga harmonisasi sosial dan edukasi masyarakat demi kondusivitas daerah. Sebagai dukungan konkret, ia berkomitmen memberikan bantuan matras latihan berstandar kompetisi agar para atlet terbiasa berlatih dalam suasana pertandingan resmi.
“Saya berpesan seluruh elemen IPSI ikut mendukung pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten, demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik,” tambahnya.
Ketua IPSI Lampung Selatan Wahrul Fauzi Silalahi mengapresiasi dukungan pemerintah daerah. Ia menyebut IPSI aktif mengirim atlet untuk bertanding di berbagai ajang nasional.
“Mas Bupati memiliki semangat besar meningkatkan prestasi sekaligus melestarikan budaya melalui pencak silat,” ujar Wahrul.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Muskab, Ali Wardhana, menjelaskan forum ini bertujuan mengevaluasi program kerja kepengurusan sebelumnya serta menyusun program baru IPSI Lampung Selatan untuk periode 2025–2029. efendi silalahi