LAMSEL, HR — Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan bahwa seni budaya Islam memiliki peran strategis dalam memperkenalkan Lampung Selatan ke tingkat nasional hingga internasional. Ia meminta para pengurus dan pelaku seni untuk memiliki pola pikir global dan berani menetapkan mimpi besar.
Pernyataan tersebut ia sampaikan pada Pengukuhan Pengurus DPD Lembaga Seni Qosidah Indonesia (Lasqi) Nusantara Jaya Kabupaten Lampung Selatan di Aula PKK Lampung Selatan, Rabu (7/1/2026). Dalam kegiatan itu, Bella Jayanti resmi menjabat sebagai Ketua Umum Lasqi Nusantara Jaya Kabupaten Lampung Selatan.
“Walaupun statusnya kabupaten, mindset-nya harus go internasional. Kalau punya mimpi, mimpinya harus besar. Kalau mimpinya internasional, kepeleset sedikit ya jatuhnya di nasional,” ujar Bupati Egi di hadapan para pengurus Lasqi.
Ia menilai bahwa pengembangan seni budaya Islam tidak hanya menghadirkan ekspresi seni, tetapi juga membangun karakter masyarakat serta memperkuat identitas daerah. Karena itu, ia mendorong Lasqi Lampung Selatan untuk tampil konsisten dan berdaya saing di berbagai ajang nasional maupun internasional.
“Lampung Selatan kaya akan budaya. Ini momentum besar. Kita harus melesat dan punya mimpi setinggi-tingginya. Bermimpilah, karena mimpi itu gratis dan tidak ada yang salah,” katanya.
Bupati Egi juga mengajak aparatur pemerintah dan organisasi kemasyarakatan untuk memiliki visi yang terarah serta berorientasi pada dampak jangka panjang. Menurutnya, cara berpikir akan menentukan langkah dan hasil yang dicapai.
“Anak-anakku semua, bermimpilah setinggi-tingginya. Jadikan organisasi ini sehat, berdampak, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, ia memberikan apresiasi atas capaian Lasqi Lampung Selatan yang berhasil masuk lima besar nasional pada ajang Lasqi tingkat nasional di Provinsi Jawa Barat tahun 2025. Capaian tersebut menunjukkan potensi besar seni budaya Islam di Lampung Selatan.
Pengukuhan pengurus ini menjadi momentum penguatan peran seni budaya Islam dalam pembentukan karakter masyarakat sekaligus media promosi daerah menuju daya saing nasional dan internasional. santi








