Bupati Egi Diusulkan ke Bappenas untuk Anugerah Cita Negeri 2026

LAMSEL, HR — Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, masuk nominasi Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan Kompas TV.

General Manager Regional Kompas, Lina Sujud, menyampaikan informasi tersebut saat bertemu dengan bupati dan jajaran Pemkab Lampung Selatan di ruang kerja bupati, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, tim Kompas telah mengusulkan nama Radityo Egi Pratama sebagai kandidat kepala daerah inspiratif untuk dipresentasikan ke Kementerian PPN/Bappenas.

“Bupati Lampung Selatan kami nilai sebagai kepala daerah muda yang ‘satset’. Kami telah mengusulkan beliau sebagai nominasi dan akan melanjutkan ke tahap presentasi di Bappenas,” ujar Lina.

Tim redaksi Kompas melakukan penilaian secara komprehensif dengan mempertimbangkan capaian program, indeks kinerja, serta dampak nyata bagi masyarakat.

Ajang Anugerah Cita Negeri dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Program ini telah berjalan selama dua tahun untuk mengangkat praktik pembangunan daerah yang selaras dengan kebijakan nasional.

Lina menilai Lampung Selatan memiliki potensi besar sebagai “Beranda Sumatra” yang terus berkembang, terutama pada sektor pariwisata, UMKM, dan bisnis lokal.

“Kami berharap Pak Bupati dapat mempresentasikan capaian dan inovasi daerah secara langsung. Ini menjadi peluang memperkenalkan Lampung Selatan di tingkat nasional,” tambahnya.

Penilaian dalam ajang tersebut mencakup aspek inovasi, pencapaian, komitmen, kolaborasi, dan dampak sosial. Kategori penghargaan meliputi daerah sehat dan sejahtera, daerah inklusif, ekonomi lokal, serta inovasi berkelanjutan.

Menanggapi hal itu, Radityo Egi Pratama menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan seluruh program pembangunan di Lampung Selatan berbasis data dan berorientasi pada hasiln.

“Kami selalu menggunakan data yang dapat dipertanggungjawabkan, terutama yang memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi.

“Kami terus meningkatkan kunjungan wisata. Dampaknya terasa pada UMKM dan sektor lain, sehingga kami juga fokus meningkatkan keterampilan masyarakat,” kata Egi. santi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *