PANGKALPINANG, HR – Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Muhammad Reza Irsyadillah meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang agar lebih selektif dalam melakukan efisiensi anggaran tahun 2025.
Ia menekankan pemangkasan sebaiknya tidak menyasar sektor-sektor yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan dan infrastruktur dasar.
“Pengetatan anggaran adalah langkah yang bijak untuk menjaga stabilitas keuangan daerah, tetapi harus dilakukan secara tepat sasaran. Jangan sampai anggaran yang berhubungan dengan kebutuhan dasar masyarakat justru ikut terpangkas,” kata Reza Kamis (20/2/2025).
Menurutnya, ada tiga sektor utama yang harus tetap dipertahankan dalam kondisi keterbatasan anggaran:
- Kesehatan dan Pendidikan
Kedua sektor ini merupakan kebutuhan dasar yang harus tetap terjamin agar layanan kepada masyarakat tidak terganggu.
- Infrastruktur Dasar
Perbaikan jalan, saluran air, dan fasilitas umum harus tetap berjalan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
- Jaring Pengaman Sosial
Bantuan untuk warga kurang mampu harus tetap tersedia, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Selain itu, Reza mendorong Pemkot untuk mencari solusi alternatif untuk menyeimbangkan anggaran tanpa mengorbankan program prioritas.
Ia mengusulkan optimalisasi pendapatan daerah melalui efektivitas pajak dan retribusi tanpa membebani masyarakat.
“Kami berharap Pemkot lebih inovatif dalam mencari sumber pendanaan lain, seperti kerja sama publik swasta atau optimalisasi aset daerah, sehingga program-program pro-rakyat tetap berjalan meski ada efisiensi anggaran,” tambahnya.
Kata Reza, DPRD Pangkalpinang juga akan terus mengawasi kebijakan efisiensi ini agar tidak mengganggu pelayanan publik yang vital.
“Kami mendukung efisiensi, tetapi harus dilakukan dengan prinsip keadilan dan keberpihakan kepada masyarakat,” tutupnya. agus priadi