
SINTANG, HR – Salah satu jalan poros provinsi di Dapil Suyanto Tanjung kabupaten Sintang adalah, ruas jalan Spg Medang – Serawai – Ambalau (4 kecamatan) sepanjang kurang lebih 130 KM.
Jalan tersebut di akui Suyanto Tanjung merupakan PRnya terbesar sepanjang karirnya di DPRD Prov Kalbar.
Selain ruas itu tentu masih ada jalan poros lainnya yakni Jalur Ketungau sama 3 kecamatan menuju perbatasan Malaysia.
Hal ini di akui Ajung biasa Ia di sapa, saat di sambangi HR (3/11) di rumahnya di Kayan Hilir (Ng Mau) dimana Ajung memulai resesnya di sana.
Ajung mengisahkan, Ruas jalan yang menghubungkan kota Sintang ke 4 kecamatan tersebut, (Kayan Hilir – Hulu – Serawai – Ambalau) sulit direalisasikan jelas karena anggaran yang terbatas.
“Bayangkan sambung Ajung, untuk jalan poros Spg Medang – Ng Mau – Kayan Hulu setiap tahunnya Pemprov hanya menganggarkan sekitar Rp 3-4 M saja per tahun, mau bangun apa?” tanyanya.
Hingga tahun 2021 ini, baru sekitar 150 M diserab untuk panjang jalan 130 KM, jelas tidak memadai.
Sebab ketika sistim mebangunnya misalnya, tahun ini di bangun satu titik, di lanjutkan tahun depan titik lainnya, titik tahun lalu itu sudah rusak, begitu seterusnya.
Jadi intinya, ruas jalan Spg Medang – Serawai – Ambalau perlu ada semacam gerakan luar biasa dari masyarakat pedalaman agar pemprov ada perhatian.
Alasan Ajung sarankan perlu ada pergerakan luar biasa, di karenakan fakta yang di alami/di rasakan masyarakat akibat jalan tersebut belum pernah terbangun hingga pada level fungsional.
Bayangkan, hari ini, biaya transportasi yang dikelurkan masyarakat 3 kecamatan itu (kecuali Ng Mau) ke Sintang sangat besar yakni antara 2 – 3 juta.
“Padahal jika fungsional saja, pada musim kering hanya 6 jam perjalanan biaya cukup 50 ribu,” ungkapnya.
“Saya pada reses akhir tahun ini, akan maksimalkan diskusikan aspirasi jalan poros ini supaya bisa terealisasi hingga 2024,” ujarnya kepada HR. tim