JAKARTA, HR — Indonesia berduka. Kwik Kian Gie, sosok ekonom kenamaan yang dikenal sebagai negarawan jujur, ekonom rakyat, dan guru bangsa, wafat di usia 90 tahun pada pukul 22.00 WIB. Kepergian beliau meninggalkan jejak mendalam bagi bangsa yang pernah ia perjuangkan melalui pemikiran, kebijakan, dan keteladanannya.
Salah seorang murid sekaligus pengagumnya, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kevin Wu, mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas wafatnya Kwik.
“Bangsa Indonesia hari ini kehilangan seorang tokoh panutan. Bapak Kwik Kian Gie adalah ekonom kenamaan, pengajar, dan tokoh reformasi yang disegani, baik oleh kawan maupun lawan. Kepergian beliau bukan hanya menyisakan duka, tetapi juga meninggalkan jejak pemikiran dan keteladanan yang sangat berharga bagi bangsa ini,” ujar Kevin.
Kevin, yang merupakan alumni Kwik Kian Gie School of Business (sebelumnya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Internasional Indonesia/STIE IBII), mengaku banyak terinspirasi oleh sosok Kwik yang tak hanya mengajarkan ilmu ekonomi, tetapi juga nilai moral dan tanggung jawab sosial.
“Saya memilih kuliah di STIE IBII pada tahun 1999 karena kekaguman saya terhadap integritas dan keberanian beliau. Kampus yang beliau dirikan tidak hanya berfokus pada pembentukan kompetensi akademik di bidang ekonomi dan bisnis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, moral, dan tanggung jawab sosial,” jelasnya.
Menurut Kevin, Kwik Kian Gie adalah pribadi yang memiliki keteguhan dan keberanian untuk menyuarakan kebenaran, bahkan ketika itu membuatnya berseberangan dengan pihak berkuasa.
“Bapak Kwik Kian Gie dikenal luas sebagai ekonom yang berpihak kepada rakyat, bahkan ketika keberpihakan itu tidak sejalan dengan arus kekuasaan. Di masa Orde Baru, beliau berani bersuara kritis terhadap kebijakan ekonomi yang sarat kepentingan oligarki,” sambungnya.
Kevin juga mengenang kiprah Kwik di pemerintahan pada masa Reformasi, “Pada masa Reformasi, beliau dipercaya menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas di era Presiden Abdurrahman Wahid, serta sempat menjadi Menteri Koordinator Perekonomian pada era Presiden Megawati Soekarnoputri,” ungkap Kevin.
Ia berharap warisan pemikiran dan nilai-nilai yang dipegang teguh Kwik dapat terus menginspirasi generasi muda.
“Warisan Pak Kwik bukan hanya terletak pada institusi pendidikan yang beliau bangun atau kebijakan ekonomi yang beliau susun, tetapi pada nilai-nilai hidup yang beliau pegang teguh. Nilai-nilai inilah yang harus terus dihidupkan oleh generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Kevin mengucapkan selamat jalan kepada sosok yang ia anggap sebagai guru bangsa.
“Semoga semangat perjuangan beliau tetap menyala dalam setiap insan yang mencintai kebenaran dan keadilan, terutama generasi muda yang hendak menyongsong Indonesia Emas 2045. Selamat jalan, Pak Kwik, guru bangsa kami. Terima kasih atas dedikasi dan keteladanan yang tak ternilai. Doa kami menyertai,” pungkas Kevin. •didit
Sumber: Kevin Wu Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI. Alumni STIE IBII, Angkatan 1999.