Pemkab Gowa dan BSI Bangun Rumah Layak Huni untuk Keluarga Miskin Ekstrem

GOWA, HR — Pemerintah Kabupaten Gowa terus memperkuat komitmen dalam menurunkan angka keluarga miskin ekstrem (KME) melalui program rumah layak huni.

Pemkab Gowa bersama Bank Syariah Indonesia meresmikan bantuan bedah rumah untuk Zubaedah, warga Desa Bontobiraeng Selatan, Kecamatan Bontonompo, Senin (27/4/2026).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyampaikan bahwa program tersebut menjadi bagian dari prioritas pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan ekstrem melalui program Gowa Bersama.

“Di awal masa pemerintahan, kami menetapkan program Gowa Sejahtera untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem. Program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk BSI,” ujarnya.

Ia menegaskan kolaborasi antara pemerintah dan stakeholder menjadi kunci dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Sinergi tersebut memungkinkan intervensi yang lebih tepat sasaran.

“Kolaborasi ini membantu pemerintah menghadirkan solusi nyata. Kami mengapresiasi BSI yang telah membantu keluarga ini sehingga dapat tinggal di rumah yang lebih layak,” tambahnya.

Bupati juga menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari hunian yang layak. Akses pendidikan dan layanan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kesejahteraan berarti anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik dan masyarakat memperoleh akses kesehatan yang mudah,” jelasnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada BSI atas kontribusi dalam membantu masyarakat kurang mampu di Kabupaten Gowa.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BSI yang telah mendukung pemerintah daerah dalam mengatasi kemiskinan. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Bupati Gowa juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi agar program sosial dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat luas.

Sementara itu, Manager BSI Maslahat, Ichwan Jufri, menjelaskan bahwa program bedah rumah merupakan bagian dari pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pemanfaatan dana sosial umat.

“Program ini berasal dari dana zakat, infak, dan wakaf nasabah BSI yang kami kelola untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, program tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi nasabah kepada masyarakat luas. Ke depan, BSI berencana memperluas program sosial, termasuk penanganan stunting.

“Saat ini kami menjalankan tiga program bedah rumah, dua di Bontonompo dan satu di Bajeng. Kami berharap program ini terus berlanjut,” katanya.

Penerima bantuan, Zubaedah, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia sehari-hari berjualan kue tradisional bannang-bannang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Terima kasih kepada pemerintah dan BSI. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya. kartia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *