JAKARTA, HR — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi menjadi salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia periode 2024–2025. Program ini menyasar seluruh peserta didik di satuan pendidikan, termasuk madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.
Madrasah memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program MBG. Oleh karena itu, Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama terus melakukan sosialisasi dan pendampingan implementasi program MBG di lingkungan madrasah sebagai bentuk komitmen terhadap pemenuhan gizi peserta didik.
Pelaksanaan MBG hari pertama di MTs Negeri 10 Jakarta berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari siswa. Kepala MTs Negeri 10 Jakarta, H. Muhammad Subhan, S.Pd.I., M.Hum., menyampaikan sebanyak 391 siswa menerima manfaat program tersebut.
“Program MBG di MTs Negeri 10 Jakarta sangat bermanfaat dan kami fungsikan sebagai sarapan pagi. Setiap menu diawasi oleh ahli gizi serta chef bersertifikat internasional, sehingga makanan yang disajikan sehat, bergizi seimbang, dan membuat anak-anak lebih semangat belajar,” ujarnya saat berbincang dengan HR.
Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut dan ditingkatkan, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas, agar dapat menjangkau seluruh peserta didik, baik di sekolah negeri maupun swasta.
“MBG harus terus menjadi makanan yang bergizi, halal, dan aman dikonsumsi. Dengan begitu, program ini mampu memotivasi siswa untuk belajar serta meningkatkan kemampuan akademik mereka di sekolah maupun madrasah,” tambahnya.
Sementara itu, Bahrul, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG hari pertama disambut dengan antusias oleh para siswa. Menurutnya, program ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa sekaligus meningkatkan konsentrasi dan semangat belajar di sekolah.
“MBG memberi dampak positif bagi siswa dan menjadi langkah nyata pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda,” pungkasnya. jm








