HBKB Jadi Ajang Silaturahmi, Layanan Publik dan UMKM

JAKARTA, HR – Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) kembali digelar Pemkot Jakarta Barat di Kawasan Sentral Primer Barat (SPB) Kembangan, Minggu (28/09/25), menghadirkan layanan publik, UMKM, hingga hiburan edukatif bagi warga.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 10.00 WIB ini dihadiri Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Imron Sahrin, serta jajaran perangkat daerah.

Wali Kota Jakbar Uus Kuswanto ikut serta dalam jalan santai bersama warga sekaligus meninjau berbagai tenant pelayanan publik dan UMKM yang meramaikan acara.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk mengurangi emisi kendaraan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi, promosi layanan publik, dan pemberdayaan masyarakat. Ke depan, HBKB akan terus kami dorong menjadi ruang publik yang lebih hidup dan bermanfaat,” ungkap Uus Kuswanto.

Ia juga mengapresiasi antusiasme warga serta dukungan perangkat daerah yang menghadirkan layanan dan hiburan edukatif.

“HBKB diharapkan terus menjadi kegiatan rutin yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan, lingkungan, maupun pelayanan publik,” kata Uus Kuswanto.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Imron Sahrin mengungkapkan. Acara HBKB kali ini turut menghadirkan berbagai layanan masyarakat, mulai dari pelayanan SIM dan Samsat keliling, layanan Dukcapil, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, kartu Transjakarta, mobil perpustakaan, layanan Bank DKI, PLN, hingga booth dari Palang Merah Indonesia.

Selain itu, tersedia juga layanan kesehatan, edukasi kebakaran, literasi anak, serta promosi UMKM, termasuk kuliner yang diinisiasi penyandang disabilitas.

“Masyarakat terlihat antusias memanfaatkan layanan sekaligus menikmati suasana car free day di kawasan SPB Kembangan,” ucap Imron.

Dengan beragam layanan dan hiburan yang tersedia, HBKB diharapkan semakin memperkuat peran ruang publik sebagai wadah interaksi, edukasi, dan pemberdayaan warga Jakarta Barat.

“HBKB bukan sekadar ajang olahraga dan rekreasi, melainkan momentum bersama untuk mewujudkan kota yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan inklusif,” tutup Imron. •didit/agus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *