BENGKULU, HR – Wakapolda Bengkulu, Brigjen Pol. Dicky Sondani, S.I.K., M.H., menghadiri rapat Forkopimda yang membahas Reformasi Agraria di Provinsi Bengkulu. Rapat tersebut juga diikuti Gubernur Bengkulu, Wakil Gubernur, Kajati, Kabinda, Danrem, Danlanal, Ketua DPRD, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Dalam rapat, peserta membahas berbagai persoalan agraria seperti konflik lahan, okupasi lahan oleh masyarakat, hingga penolakan warga terhadap pembangunan perkebunan kelapa sawit. Wakapolda Bengkulu menegaskan pentingnya peran Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam menentukan batas lahan secara jelas serta mendorong mediasi antara perusahaan dan masyarakat untuk mencegah aksi anarkis.

“Polri akan menindak tegas pihak-pihak yang melakukan provokasi, menjadi mafia tanah, atau berusaha memperkeruh situasi,” tegas Brigjen Pol. Dicky Sondani.
Ia juga mengajak BPN untuk bersinergi dengan Polri dalam menyelesaikan persoalan agraria di Bengkulu. “Insyaallah dengan kerja sama ini Reformasi Agraria di Bengkulu bisa berjalan adil, damai, dan benar-benar bermanfaat bagi rakyat,” tambahnya.
Rapat Forkopimda ini diharapkan menjadi langkah awal dalam penyelesaian konflik agraria serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Bengkulu. efendi silalahi








