GOWA, HR – Dinas Sosial Kabupaten Gowa melaksanakan program Tagana Goes to School atau Tagana Masuk Sekolah. Untuk pertama kalinya kegiatan ini digelar di Kabupaten Gowa dan dipusatkan di SMP Negeri 2 Pattallassang, Selasa (26/8).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Firdaus, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mengenalkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) kepada pelajar sejak dini agar mereka memahami pentingnya kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.
“Tagana ini sama halnya dengan PMR. Kalau PMR itu Palang Merah Remaja, maka Tagana adalah Taruna Siaga Bencana. Relawan ini dibentuk oleh Kementerian Sosial RI dan dikoordinasikan Dinas Sosial di provinsi maupun kabupaten/kota se-Indonesia,” kata Firdaus.
Ia menambahkan, Tagana memiliki tugas utama dalam penanganan masalah kebencanaan, mulai dari tanggap darurat, rehabilitasi sosial, hingga rekonstruksi pascabencana.

“Tagana adalah relawan terlatih. Mereka memiliki dapur umum lapangan, mobil operasional, serta tenaga yang siap membantu masyarakat terdampak. Tagana hadir untuk memberi bantuan makanan, pertolongan psikososial, trauma healing, hingga asesmen pendataan korban,” jelasnya.
Firdaus juga menekankan bahwa bencana dapat terjadi kapan saja, baik bencana alam seperti banjir, longsor, tsunami; bencana non-alam seperti kebakaran; maupun bencana sosial seperti pandemi Covid-19. Karena itu, keberadaan Tagana sangat penting.
“Program Tagana Goes to School ini bukan hanya sosialisasi, tetapi juga edukasi tentang mitigasi bencana. Harapannya, anak-anak sejak sekolah sudah paham cara menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Peran Tagana dalam Penanggulangan Bencana
Penyuluh Sosial Ahli Muda Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Gowa, Suryanti Andi Aziz, yang juga Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Gowa, menuturkan bahwa inisiatif Tagana telah berjalan sejak 2004 dengan dukungan Kementerian Sosial RI.
“Tagana berperan dalam empat hal utama, yaitu kesiapsiagaan, tanggap darurat, pemulihan, dan pemberdayaan masyarakat. Relawan ini bergerak berdasarkan Permensos Nomor 28 Tahun 2012,” jelasnya.

Suryanti menambahkan bahwa program Tagana Goes to School memberikan pemahaman kepada siswa, guru, dan orang tua tentang kesiapsiagaan bencana. Bentuk kegiatannya meliputi penyuluhan, pelatihan keterampilan, dan simulasi bencana di sekolah.
“Dinas Sosial membuka peluang bagi generasi muda untuk bergabung dengan Tagana setelah menamatkan SMA atau perguruan tinggi. Pendaftaran bisa dilakukan melalui Dinas Sosial Kabupaten Gowa bersama Forum Komunikasi Tagana,” katanya.
Menurutnya, Tagana hadir untuk membantu pemerintah sekaligus masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana. Anak-anak yang ingin bergabung bersama Tagana bisa mulai mempersiapkan diri sejak sekarang,” tuturnya.
Kegiatan perdana ini melibatkan 30 siswa Palang Merah Remaja (PMR) SMP Negeri 2 Pattallassang. kartia