20 Usulan Dibahas dalam Musrenbang Kelurahan Pinang Ranti

JAKARTA, HR — Sebanyak 20 usulan pembangunan dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Camat Makasar, Dimas Prayudi.

Musrenbang dihadiri para ketua RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pimpinan unit teknis terkait. Karang Taruna dan kader PKK juga turut berpartisipasi dalam forum tersebut.

Lurah Pinang Ranti, Nani Yuslina, menyampaikan bahwa seluruh usulan yang dibahas berfokus pada kebutuhan pembangunan fisik di wilayah Kelurahan.

“Usulan didominasi sektor Bina Marga sebanyak 12 usulan, Suku Dinas Sumber Daya Air lima usulan, Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman satu usulan, serta Suku Dinas Perhubungan dua usulan,” jelas Nani, Selasa (3/2/2026).

Ia menambahkan, 20 usulan tersebut merupakan hasil seleksi dari pra-Musrenbang yang telah dilaksanakan pada pekan sebelumnya.

Terkait usulan warga RW 02, Nani mengakui adanya kendala berupa status lahan milik yayasan yang bukan aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kondisi tersebut menjadi hambatan utama dalam merealisasikan pembangunan, meskipun kebutuhan warga dinilai mendesak.

“Agar usulan bisa direalisasikan, diperlukan solusi berupa surat hibah lahan atau dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari pihak ketiga,” terangnya.

Sementara itu, Ketua RW 02 Kelurahan Pinang Ranti, Bambang Triwidodo, mengusulkan pembangunan saluran air sepanjang 1,5 kilometer serta perbaikan Jalan Asem Nirbaya.

Menurut Bambang, usulan tersebut telah diajukan selama bertahun-tahun namun belum terealisasi karena terkendala status lahan akses menuju permukiman warga yang diklaim milik yayasan.

“Akibat belum adanya saluran air, permukiman warga kerap tergenang setiap musim hujan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, genangan yang terjadi secara berulang juga menyebabkan kerusakan jalan. Oleh karena itu, warga RW 02 mengusulkan perbaikan jalan agar pembangunan infrastruktur dapat dirasakan secara merata.

“Jumlah warga di RW 02 hampir 6.000 kepala keluarga. Kami sangat membutuhkan pembangunan jalan dan saluran air,” tandasnya. rg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *