1.169 Usulan Warga Dibahas dalam Musrenbang RKPD 2027 Lampung Selatan

IMG 20260312 WA0005
Musrenbang RKPD 2027 Lampung Selatan

LAMPUNG SELATAN, HR — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mematangkan arah pembangunan daerah tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Dalam forum tersebut, pemerintah daerah menetapkan pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi desa sebagai salah satu prioritas pembangunan.

Musrenbang RKPD 2027 berlangsung di Aula Rimau Kantor Bappeda Lampung Selatan, Rabu (11/3/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang mengusung tema “Percepatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Potensi Desa untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” itu dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, serta Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.

Hadir pula jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, kepala perangkat daerah, instansi vertikal, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi Pratama memaparkan capaian pembangunan Lampung Selatan sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan tren positif.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan mencapai 5,71 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung sebesar 5,28 persen maupun nasional sebesar 5,11 persen.

“PDRB kita meningkat dari Rp60,32 triliun menjadi Rp65,66 triliun. Angka kemiskinan dan stunting juga berhasil kita tekan secara signifikan. Ini menjadi fondasi penting menuju pembangunan tahun 2027,” ujar Egi.

Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat pembangunan infrastruktur dan ekonomi kerakyatan. Salah satunya melalui pembangunan jalan sepanjang 270,9 kilometer serta penguatan ekonomi desa melalui 260 Koperasi Desa Merah Putih yang mulai menggerakkan perekonomian masyarakat.

Ke depan, kata Egi, arah pembangunan Lampung Selatan akan difokuskan pada pariwisata berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan antara lingkungan, sosial-budaya, dan ekonomi.

Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah pengembangan Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, Unggul) sebagai model desa wisata yang ramah lingkungan dan berdaya saing.

“Lampung Selatan adalah Beranda Sumatera. Kita memiliki potensi gunung dan pantai yang luar biasa. Melalui Desa HELAU, kita ingin pariwisata menjadi penggerak ekonomi masyarakat tanpa merusak identitas budaya maupun kelestarian alam,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Lampung Selatan Aryan Saruhian menjelaskan bahwa Musrenbang RKPD 2027 merupakan puncak rangkaian proses perencanaan pembangunan yang telah berlangsung dari tingkat desa hingga kecamatan.

Dari proses tersebut, pemerintah daerah menghimpun 1.169 usulan masyarakat dari 17 kecamatan serta 412 pokok pikiran DPRD yang telah melalui proses verifikasi secara teknokratis.

“Seluruh usulan ini menjadi dasar dalam merumuskan prioritas pembangunan daerah tahun 2027,” kata Aryan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menekankan pentingnya integritas dalam setiap proses perencanaan pembangunan daerah.

Menurutnya, kolaborasi harus berjalan seiring dengan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

“Kolaborasi tanpa integritas tidak akan menghasilkan kinerja dan kepercayaan publik yang tinggi. Setiap tahapan perencanaan harus menjunjung prinsip good governance: transparan, akuntabel, dan taat aturan,” tegas Jihan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada sejumlah instansi dengan kinerja terbaik.

Untuk kategori Perangkat Daerah Terbaik, penghargaan diberikan kepada Inspektorat, Satpol PP, dan Dinas Ketahanan Pangan. Sementara kategori Kecamatan Terbaik diraih Kecamatan Kalianda, Tanjung Bintang, dan Sragi.

Musrenbang kemudian ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Musrenbang RKPD 2027 oleh Bupati Lampung Selatan, Wakil Gubernur Lampung, Wakil Bupati Lampung Selatan, Sekda Lampung Selatan, perwakilan Forkopimda dari Polres Lampung Selatan, tokoh adat, serta perwakilan Forum Anak.

Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembangunan Lampung Selatan yang lebih maju dan berkelanjutan. santi

[rss_custom_reader]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *